Tingginya resiko bencana yang dapat terjadi di ICU baik karena kelalaian diri sendiri maupun dari luar (kondisi alam) oleh karenanya, penting bagi perawat ICU untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat kesiapsiagaan perawat ICU dalam menghadapi bencana di rumah sakit. Desain penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Sampel pada penelitian ini ada 22 responden dengan menggunakan teknik total sampling . Waktu pengumpulan data pada tanggal 4-8 Maret 2023 di ruang ICU RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Intrumen pada penelitian ini menggunakan EPIQ (Emergency Preparadness Information Quisonare) yang terdiri atas 20 item soal mencakup 8 komponen kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi bencana. Dengan hasil uji validitas r hitung r tabel . Hasil uji reliabilitas item soal adalah 0.811 (reliabel). Hasil penelitian menunjukan tingkat kesiapsiagaan perawat baik dengan prosentase 77,3% (17 perawat) dan tingkat kesiapsiagaan yang cukup 22,7% (5 perawat). Adanya tingkat kesiapsiagaan yang baik ini didukung oleh faktor usia, lama bekerja, pendidikan dan pelatihan kebencanaan yang telah diikuti. Pelatihan kebencanaan yang diikuti menjadikan perawat siap dalam menghadapi bencana karena dapat meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. Sedangkan adanya tingkat kesiapsiagaan yang cukup karena perawat masih ragu-ragu dalam mengambil keputusan serta masih adanya beberapa perawat yang belum mengikuti pelatihan kebencanaan.. Adanya hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman maupun evaluasi bagi instansi terkait dalam meningkatkan kesiapsiagaan perawat ICU dalam menghadapi bencana di rumah sakit.
Copyrights © 2023