Perawatan payudara merupakan prosedur untuk meningkatkan sirkulasi darah untuk melancarkan proses produksi ASI. Apabila perawatan payudara tidak dilakukan pada masa nifas dapat menimbulkan berbagai masalah bagi ibu, seperti saluran susu tersumbat, puting pecah – pecah serta puting tenggelam. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif, dengan menggunakan teknik consecutive sampling dengan populasi ibu yang baru melahirkan hari pertama dan kedua dengan jumlah sampel 53 responden. Hasil penelitian didapatkan dengan responden yang terdiri dari ibu primipara dan multipara dalam proporsi yang hampir seimbang. Hasil menunjukkan bahwa ibu primipara memiliki beragam tingkat kemampuan dalam perawatan payudara, dengan sebagian besar berada dalam kategori baik, cukup, dan kurang. Sementara itu, ibu multipara juga menunjukkan variasi kemampuan yang serupa, dengan sejumlah responden berada dalam kategori baik, cukup, dan kurang. Perbedaan kemampuan melakukan perawatan payudara pada ibu primipara dan multipara kemungkinan karena perbedaan tingkat pendidikan dan pengalaman. Diharapkan ibu yang baru saja melahirkan dapat memotivasi dirinya untuk melakukan perawatan payudara secara mandiri sehingga dapat membuat ASI keluar dengan lancar agar dapat melakukan pemberian ASI secara ekslusif sehingga dapat mencegah bayi dari stunting serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi sehingga tidak rentang terkena penyakit.
Copyrights © 2024