Penelitian ini menemukan bahwa NGSS (Next Generation Science Standards) sebagai standar pembelajaran sains memungkinkan peserta didik membangun hubungan ilmiah antara teori dan praktik ilmiah. NGSS menetapkan kemampuan science and engineering practices, yang tidak hanya memfasilitasi pemahaman konsep tetapi juga partisipasi langsung dalam praktik sains. Kemampuan ini mencakup delapan praktik sains dan teknik rekayasa: (1) bertanya dan mendefinisikan masalah, (2) mengembangkan dan menggunakan model, (3) merencanakan dan melaksanakan investigasi, (4) menganalisis dan menafsirkan data, (5) menggunakan matematika dan pemikiran komputasi, (6) membangun penjelasan dan merancang solusi, (7) berkomunikasi informasi, dan (8) bekerja kolaboratif dalam praktik ilmiah dan teknik rekayasa. Penelitian ini merupakan RD dengan model Plomp, meliputi penelitian pendahuluan, pengembangan prototipe, dan tahap penilaian. Hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan science and engineering practices setelah penggunaan e-modul suhu dan kalor dalam pembelajaran berbasis proyek dan pendidikan berbasis tempat.
Copyrights © 2024