Dirofilariasis merupakan penyakit serius pada anjing dan bersifat zoonotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur prevalensi dan menentukan faktor risiko dirofilariasis di Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 152 sampel darah diambil dari anjing di dua kecamatan di Sukabumi yang memiliki perbedaan karakteristik topografi yaitu Kecamatan Jampang Tengan yang merupakan wilayah perbukitan dan Kecamatan Cisolok dengan karakteristik daerah pantai. Serum darah diperiksa menggunakan rapid test kit komersial CHW Ag Test Kit 2.0 ® Bionote untuk mendeteksi keberadaan antigen cacing dewasa Dirofilaria immitis. Hasil penelitian menunjukkan seroprevalensi dirofilariasis pada anjing di kabupaten Sukabumi adalah 20,4%. Daerah dengan karakteristik perbukitan memiliki tingkat prevalensi dirofilariasis yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pantai. Kejadian dirofilariasis di Kabupaten Sukabumi tidak dipengaruhi jenis kelamin, cara pemeliharaan dan umur anjing.
Copyrights © 2023