Abstrak. Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah bentuk, jenis dan penggunaan komunikasi fatik dalam pemelajaran bahasa asing di perguruan tinggi. Penelitian dilaksanakan di Jurusan Bahasa Asing FBS UNM dengan sampel penelitian adalah mahasiswa semester II pada Jurusan Bahasa Asing. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen paling banyak menggunakan komunikasi fatik dalam proses pemelajaran bahasa asing yang difokuskan pada kompetensi berbicara. Setelah itu secara berurut pada kompetensi menulis, mendengarkan dan membaca. Komunikasi fatik diungkapkan dalam tiga bentuk kalimat yakni kalimat pernyataan, kalimat tanya dan kalimat perintah/ajakan. Penggunaan komunikasi fatik dalam pembelajaran bahasa Jerman sebanyak 198 diantaranya kalimat pernyataan sebanyak 89, kalimat tanya sebanyak 73 dan kalimat perintah sebanyak 36. Sementara itu, jumlah penggunaan komunikasi fatik dalam pembelajaran bahasa Arab sebanyak 228 dengan perincian kalimat pernyataan sebanyak 70, kalimat tanya sebanyak 16 dan kalimat perintah sebanyak 142. Pada pembelajaran bahasa Mandarin, penggunakan komunikasi fatik sebanyak 191 dengan klasifikasi kalimat pernyataan sebanyak 19, kalimat tanya sebanyak 92 dan kalimat perintah sebanyak 80. Selama proses pembelajaran berlangsung, komunikasi fatik (small talk) digunakan pada setiap fase baik itu pada kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup pembelajaran. Kata Kunci: Komunikasi Fatik, Pembelajaran Bahasa, Bahasa Asing
Copyrights © 2023