Abstract. Book is one of media that used to perpetuate a phenomenon in a form of literature that still relevant and accessible as a reference for the next generation. Book is also defined as a number of written messages that contain many messages and have a meaning for the wider community and designed to provide public knowledge about something and written in materials that not easily get damaged and easy to carry on. The purpose of this study is to find out the representation of investigative journalism on Don’t Read This: Catatan Melodic Punk Bandung dari Masa ke Masa as a documentation of local scene music, also the reason why Don’t Read This: Catatan Melodic Punk Bandung dari Masa ke Masa included as investigative journalism products. This study uses Robert K. Yin’s case study due to the harmony of his ideas in validating the results of this study. Abstrak. Buku adalah salah satu media untuk mengabadikan suatu fenomena dalam bentuk literatur yang menjadi sarana referensi yang dimuat dalam bentuk fisik serta dapat diakses kembali oleh generasi mendatang. Buku juga diartikan sebagai sejumlah pesan tertulis yang memuat banyak pesan dan memiliki arti bagi masyarakat luas, buku dicanangkan untuk memberi pengetahuan publik tentang sesuatu serta dicatat dalam bahan yang tidak mudah rusak dan mudah dibawa. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui representasi jurnalisme investigasi dalam buku Don’t Read This: Catatan Melodic Punk Bandung dari Masa ke Masa sebagai pengarsipan fenomena musik di kota Bandung. Posisi buku Don’t Read This: Catatan Melodic Punk Bandung dari Masa ke Masa, serta alasan mengapa buku Don’t Read This: Catatan Melodic Punk Bandung dari Masa ke Masa termasuk dalam produk jurnalisme investigasi. Studi ini menggunakan teori studi kasus Robert K. Yin dikarenakan keselarasan gagasannya dalam mengabsahkan hasil penelitian ini.
Copyrights © 2024