This article will discuss the implementation of PAI learning in building students' religious values at SMP Satu Atap 2 Tanjung Jabung Timur. This article comes from qualitative-descriptive research using data collection techniques through interviews, observation and documentation. The data analysis techniques used in this research are the reduction stage, presentation stage and drawing conclusions. The results of the research reveal that the implementation of Islamic religious education learning in building religious values in students is carried out by applying it in daily activities such as getting used to saying hello, shaking hands, being polite in speaking, polite in behavior, and mutual respect for both teachers and fellow students. Meanwhile, intra-curricular learning of Islamic religious education in building the religious values of students at SMP Satu Atap 2 Tanjung Jabung Timur is carried out in a systematic way using the 2013 curriculum and in accordance with the learning elements. The obstacles faced are educational background, and often feeling bored in class, which makes students rowdy in class. Artikel ini hendak membahas tentang implementasi pembelajaran PAI dalam membangun nilai-nilai religius siswa di SMP Satu Atap 2 Tanjung Jabung Timur. Artikel ini berasal dari penelitian kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data secara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahap reduksi, tahap penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi pembelajaran pendidikan agama Islam dalam membangun nilai-nilai religius pada siswa dilakukan dengan menerapkannya dalam kegiatan keseharian seperti membiasakan mengucapkan salam, berjabat tangan, santun dalam berbicara, sopan dalam bersikap, dan saling menghormati baik dengan guru maupun sesama teman. Sementara itu pembelajaran intrakurikuler pendidikan agama Islam dalam membangun nilai-nilai religius peserta didik SMP Satu Atap 2 Tanjab Timur dilakukan dengan cara sistematik dengan menggunakan kurikulum 2013 dan sesuai dengan unsur-unsur pembelajaran. Adapun kendala-kendala yang dihadapi adalah latar belakang pendidikan, dan sering merasa bosan dikelas sehingga membuat siswa-siswi gaduh di kelas.
Copyrights © 2023