Penelitian ini betujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat apa saja yang ditemukan di Desa Bontomarannu dan bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan, yaitu survei eskploratif dan metode participatory rural appraisal dengan jumlah responden sebanyak 20 orang yang dipilih dengan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 24 spesies dari 16 famili dan 21 genus tumbuhan obat dimana famili terbanyak adalah Zingiberaceae. Tanaman obat yang ditemukan terbagi menjadi 6 habitus, yaitu terna, semak, perdu, pohon, liana, dan epifit dimana semak merupakan habitus terbanyak dengan presentase sebanyak 29, 17% atau sebanyak 7 spesies. Bagian tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat Desa Bontomarannu sebagai obat antara lain akar, umbi, rimpang, batang, kulit batang, daun, bunga, buah, biji, dan seluruh bagian tubuh tumbuhan. Daun merupakan bagian yang paling banyak dimanfaatkan sebagai obat dengan persentase 35,14%. Masyarakat Desa Bontomarannu menggunakan tumbuhan obat tersebut antara lain dengan cara dikonsumsi langsung, direbus, ditumbuk, diparut, dipanaskan di bara api lalu ditempel di bagian tubuh yang sakit, serta ditumbuk atau ditempel langsung pada luka. Sebanyak 23 spesies tumbuhan telah umum dan familiar digunakan oleh masyarakat Desa Bontomarannu sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit serta telah dibuktikan secara ilmiah dan medis bahwa tumbuhan-tumbuhan tersebut mengandung senyawa yang berkhasiat menyembuhkan atau mencegah penyakit tertentu serta meningkatkan imunitas. Namun hanya 1 spesies, yaitu semanggi (Marsilea drummondii L.) yang belum banyak masyarakat di Desa Bontomarannu yang mengetahui khasiatnya meskipun secara ilmiah telah terbukti khasiatnya sebagai tumbuhan obat. Kata kunci: Etnobotani, Tanaman Obat, Desa Bontomarannu
Copyrights © 2023