Kimia merupakan ilmu yang bersifat abstrak dan cukup sulit bagi siswa untuk memahaminya mengingat adanya tiga representasi yang harus dikuasai. Kimia bersifat hirarki, artinya suatu konsep berkesinambungan dengan konsep lainnya. Larutan penyangga merupakan salah satu materi kimia yang sulit dipahami dan siswa sering mengalami miskonsepsi. Perlu ditinjau ulang untuk mengetahui seberapa besar kesalahpahaman siswa setelah proses pembelajaran dan setelah pembelajaran, sehingga dengan adanya penelitian mengidentifikasi mengenai miskonsepsi dapat mengukur sejauh mana tingkat miskonsepsi siswa dan dapat menjadi masukan bagi guru. Tujuan penelitian ini untuk memberikan informasi mengenai miskonsepsi dan penyebab terjadinya miskonsepsi pada materi larutan penyangga. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini sebanyak 69 siswa kelas XII SMA Negeri 11 Semarang. Instrumen yang digunakan berupa tes diagnostik five-tier. Tes dilakukan dengan menggunakan media Googleform. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa persentase miskonsepsi siswa sebesar 41,06%, tidak paham konsep 33,58%, paham konsep 8,58% dan eror 16,79%. Penyebab miskonsepsi ada beberapa, diantaranya pemikiran pribadi 29,71%, guru 0,24%, buku 1,57%, teman 5,19%, dan internet 3,86%.
Copyrights © 2024