Polymerase Chain Reaction (PCR) adalah suatu teknik sintesis dan amplifikasi DNA secara in-vitro yang digunakan untuk identifikasi hewan, tumbuhan maupun mikroorganisme dengan DNA barcoding. Identifikasi secara molekular menggunakan metode berbasis PCR perlu dilakukan pada ikan hiu muda (juvenile) karena belum terlihatnya karakter kunci untuk identifikasi ke tingkat spesies sehingga identifikasi berbasis morfologi sangat sulit dilakukan. Selain itu, kondisi demikian juga tidak mendukung kelestarian ikan hiu, karena dalam fase ini hiu belum memiliki kesempatan memijah sekali dalam siklus hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimal untuk amplifikasi DNA dan mengidentifikasi ikan hiu muda (juvenile) menggunakan metode DNA Barcoding. Amplifikasi dilakukan pada lokus cytochrome oxidase subunit I (COI) dengan modifikasi temperatur suhu pada tahap annealing. Hasil penelitian menunjukkan modifikasi amplifikasi dapat dilakukan dengan penggantian temperatur suhu annealing. Hasil PCR terbaik diperoleh pada suhu annealing 55oC. Hasil identifikasi ikan hiu muda (juvenile) yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muncar dengan metode DNA Barcoding pada gen COI adalah Prionace glauca.
Copyrights © 2024