Salah satu dari tiga pusat pendidikan yang mendesak namun harus terus mendapatkan upaya revitalisasi dan optimalisasi perannya adalah keluarga, yang kita kenal sebagai lingkungan pendidikan informal. Hal ini mendapat banyak perhatian dan kajian dari para pemikir Islam, baik klasik maupun kontemporer. Di kalangan pemikir kontemporer yang menyoroti realitas keluarga sebagai lingkungan pendidikan informal adalah Adian Husaini melalui karyanya yang berjudul “Kiat Menjadi Guru Keluarga: Menyiapkan Generasi Pejuangâ€. Ide Husaini yang paling mendasar adalah agar orang tua bertanggung jawab terhadap pendidikan anaknya dengan menjadi “guru keluargaâ€, tidak diserahkan sepenuhnya kepada pihak lain, misalnya sekolah atau pesantren. Menurutnya, setidaknya ada enam tema materi yang harus dijadikan bekal orang tua untuk menjadi guru keluarga, yaitu (1) Wawasan Islam, (2) Pendidikan Anak, (3) Fiqhud Dakwah, (4) Keluarga Sakinah Fiqh, (5) Tantangan Pikiran Kontemporer, dan (6) Sejarah Peradaban Islam. Oleh karena itu, artikel penelitian ini berupaya mendeskripsikan pemikiran Husaini tentang orang tua sebagai guru keluarga dalam kaitannya dengan ketahanan keluarga di era digital dan upaya implementasinya di Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam Perguruan Tinggi Islam Al-Hidayah Bogor kepada para santri di lingkungannya. ruang lingkup akademik dalam perkuliahan pada struktur mata kuliah yang diberlakukan. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan metode kualitatif gabungan antara studi literatur dan studi lapangan, dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui studi dokumen, observasi, dan wawancara kemudian untuk dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpratetif.
Copyrights © 2023