Tulisan ini berupaya menggali pendidikan publik dan pengorganisasian siswa untuk terlibat dalam pengawalan kebijakan oleh salah satu serikat pelajar di provinsi Jawa Barat. Pengkajian atas pengorganisasian siswa menjadi penting untuk menunjukkan bahwa siswa sebagai subjek pendidikan pada dasarnya dapat terlibat dalam pengawalan kebijakan pendidikan yang terkait dengan kegiatan belajar dan mengajar. Hal tersebut membongkar sudut pandang yang melihat siswa semata-mata sebagai objek kebijakan pendidikan yang harus mengikuti kemauan otoritas sekolah. Penelitian secara partisipatif ini dilakukan untuk melihat siswa yang mampu membangun konsensus tanpa harus dibayangi oleh generasi yang lebih tua dan justru generasi di atasnya ikut belajar bersama dalam Serikat Pelajar Jonggol. Metode Participatory Action Research sengaja dipilih untuk memperlihatkan keterlibatan siswa dalam proses pembentukan pengetahuan yang digali dalam penelitian ini. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa hegemoni pendidikan yang melihat siswa semata-mata sebagai objek kebijakan pendidikan menghalangi kemunginan munculnya partisipasi siswa dalam pengawalan kebijakan pendidikan yang melekat dengan siswa. Stagnansi ini berhasil diterabas oleh Serikat Pelajar Jonggol dengan membangun konsensus baru melalui pengorganisasian siswa dan secara reflektif memaknai kembali kebijakan melalui pendidikan publik.
Copyrights © 2024