Pandemi Covid-19 melumpuhkan berbagai sektor industri di Indonesia. Namun hal serupa tidak terjadi pada industri kosmetik yang justru terus berkembang pesat. Pertumbuhan ini dapat terlihat dari naiknya harga-harga saham pada berbagai perusahaan kosmetik yang terdaftar di BEI. Pendekatan yang dapat digunakan untuk meneliti kenaikan harga saham adalah dengan menghitung rasio kinerja keuangan. Jika melihat nilai kinerja keuangan perusahaan-perusahaan tersebut seperti Return on Assets (ROA) yang cenderung turun dan nilai Debt to Equity Ratio (DER) yang justru naik, seharusnya kenaikan harga saham ini tidak terjadi karena berkebalikan dengan teori yang sudah ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Return On Assets (ROA) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham pada perusahaan kosmetik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2022. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 3 perusahaan yaitu Mustika Ratu Tbk, PT Kino Indonesia Tbk, dan PT Martina Berto Tbk. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder laporan keuangan triwulan perusahaan yang dilansir dari website idx. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisa regresi berganda dengan bantuan software SPSS ver. 23. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Return On Assets (ROA) memiliki pengaruh terhadap harga saham secara parsial, dan Debt to Equity Ratio (DER) pun berpengaruh secara parsial terhadap harga saham. Sedangkan secara simultan, ROA dan DER ditemukan memiliki pengaruh terhadap harga saham pada Perusahaan kosmetik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2022
Copyrights © 2024