Studi tentang bilingualisme, bilingualitas, dan bilingualisme tidak dapat terlepas dari penelitian tentang alih kode dan campur kode. Adanya kontak budaya (dalam arti luas) antara dua kelompok penutur bahasa yang berbeda menyebabkan bilingualisme. Dalam situasi yang tenang atau karena kebiasaan, campuran kode biasanya terjadi. Jadi, untuk menangkap peristiwa campur kode, peneliti harus tahu bahwa penutur pada dasarnya berbicara dengan bahasa dasar mereka, sebelum unsur-unsur bahasa lain dimasukkan ke dalam bahasa mereka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan lokasi penelitian ini adalah di kota Tarakan. Data dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi dua macam, yakni (1) data primer dan (2) data sekunder. Berdasarkan hasil analisis data penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bentuk peristiwa campu kode yang terjadi di kota Tarakan banyak ditemukan bentuk campur kode intern. pada hasil analisis data juga ditemukan beberapa bahasa daerah yang menggunakan campur kode di kota Tarakan.
Copyrights © 2024