Stress Corrosion Cracking (SCC) telah menjadi masalah berulang dalam berbagai industri yang mempengaruhi komponen seperti bahan bakar, generator uap, turbin, perpipaan, nozel, katup, dan lain-lain. Luasnya cakupan variasi dari lingkungan dan paduan yang menimbulkan SCC menyebabkan mekanisme SCC sering dianggap kompleks sehingga sukar untuk menurunkan mekanisme yang universal. Kegagalan karena SCC dapat berlangsung baik secara intergranular atau transgranular. Biasanya proses SCC intergranular berlangsung di sekitar potensial pada saat baja tahan karat yang aktif terkorosi mulai menjadi pasif pada kenaikan potensial. Dalam kasus slip berlangsung pada bidang slip butiran, baja tahan karat akan mengalami SCC transgranular, dan biasanya SCC ini berlangsung pada potensial baja tahan karat dalam keadaan pasif dan baja tahan karat menerima beban yang tinggi. Oleh karenanya menjadi sesuatu hal yang penting untuk mengetahui perilaku pasivasi baja tahan karat dalam studi kegagalan SCC. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mempelajari perilaku pasivasi baja tahan karat AISI 304 yang tersensitisasi dalam larutan H2SO4 pH awal 1 dan 2 sebagai studi awal untuk menentukan selang potensial anodik yang akan digunakan dalam pengujian SCC. Pengukuran polarisasi anodik baja tahan karat AISI 304 dalam keadaan tidak menerima beban dilakukan dengan mengadopsi ASTM G 5-94. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan temperatur menaikkan rapat arus pasif (ipasif) dan potensial awal pasif (Epp) serta menurunkan potensial transpasif (Etr) baja tahan karat AISI 304.
Copyrights © 2024