Tulungagung merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki permasalahan terkait keluarga/rumah tangga pekerja migran. Berbagai kasus seperti perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) jamak ditemukan pada keluarga pekerja migran. Kasus-kasus semacam ini kerap diakibatkan oleh ketimpangan atau ketidakseimbangan fungsi-fungsi dalam keluarga. Penelitian ini secara khusus berupaya menjelaskan disharmoni keluarga pekerja migran di Tulungagung dan faktor-faktor yang melatarbelakangi disharmoni keluarga melalui perspektif struktural fungsional Emile Durkheim. Jenis penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif dengan pendekatan lapangan. Data penelitian bersumber dari hasil wawancara, observasi serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, verifikasi dan pengambilan kesimpulan, Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, terdapat ketimpangan berkaitan dengan struktur dan fungsi keluarga disebabkan ketidakhadiran salah satu anggota keluarga yang bekerja sebagai pekerja migran. Kedua, sejumlah faktor yang melatarbelakangi permasalahan disharmoni keluarga antara lain hilangnya sosok kepala rumah tangga, komunikasi yang tidak efektif dan keterbatasan peran dalam keluarga.
Copyrights © 2024