Penggunaan material kayu pada bekisting konvensional akan semakin terbatas karena sumber bahan baku yang semakin berkurang. Pada Proyek Pembangunan Rumah Susun Rawabuntu Mahata Serpong, metode pelaksanaan pekerjaan bekisting pada lantai 1 sampai dengan lantai 4 menggunakan konvensional, sementara pada lantai 5-32 menggunakan bekisting aluminium. Sebagai salah satu dasar pertimbangan pemilihan metode bekisting harus mengetahui dahulu keunggulan dari masing-masing metode yang akan digunakan. Analisa metode pekerjaan bekisting dapat dijadikan sebagai keputusan dalam menentukan pemilihan metode bekisting, sehingga pelaksanaan pekerjaan struktur tersebut dapat dilaksanakan secara efisien. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penggunaan bekisting aluminium efisien dari segi biaya, mutu dan waktu pekerjaan. Harga satuan pekerjaan bekisting konvensional sebesar Rp152.000.00 per m2 dengan pemakaian maksimal bekisting sebanyak 3 kali, sementara bekisting aluminium dapat diefisiensi pada pemakaian sebanyak 30 kali dengan harga satuan sebesar Rp149.000,00 per m2 dengan pemakaian maksimal sebanyak 300 kali. Segi mutu pelaksanaan bekisting aluminium lebih unggul karena bekisting dalam dikerjakan secara bersamaan untuk kolom, dinding, balok dan pelat lantai. Waktu pelaksanaan lebih cepat 3 hari jika menggunakan bekisting aluminium dengan durasi selama 13 hari, sementara bekisting konvensional selama 16 hari pekerjaan per 1 lantai. Kata kunci: bekisting konvensional, bekisting aluminium
Copyrights © 2024