Tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia meskipun UU NO.23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga telah disetujui. Kekerasan dalam rumah tangga yang dilihat oleh anak akan berdampak pada perkembangan anak tersebut. Artikel ini membahas dampak negatif kekerasan dalam rumah tangga terhadap perkembangan anak. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan masalah serius yang mempengaruhi banyak keluarga di seluruh dunia. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami dampak tersebut secara mendalam bahkan yang terburuknya yaitu trauma. Penelitian ini di lakukan di Provinsi Sulawesi Utara. Dengan menggunakan mentode penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analitik, penelitian ini menemukan bahwa kekerasan dalam rumah tangga memiliki dampak yang tidak hanya dirasakan oleh korban langsung, tetapi juga oleh anak-anak yang menjadi saksi atau korban kekerasan tersebut. Hal tersebut dapat berdampak signifikan pada perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anak. Oleh sebab itu, penting bagi Masyarakat dan pemerintah untuk mengakui dan mengatasi masalah ini dengan meningkatkan kesadaran, pemberian dukungan, dan perlindungan kepada anak-anak yang terkena dampak serta mengedepankan pendekatan pencegahan terhadap korban yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga
Copyrights © 2024