Bolangitan, Asna Heti
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Hubungan Persepsi Terhadap Harapan Orang Tua Dengan Ketakutan Akan Kegagalan Pada Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Manado Bolangitan, Asna Heti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 13 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10654322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara persepsi terhadap harapan orang tua dan ketakutan akan kegagalan pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Manado, Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi Psikologi UNIMA, sejumlah 30 mahasiswa. Metode pengumpulan data menggunakan skala persepsi terhadap harapan orang tua (X) terdiri dari 40 item (a = 0,909) dan skala ketakutan akan kegagalan (Y) yang terdiri dari 55 item (a = 0,791). Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0,529 dengan p = 0.00 (p<0.05) berarti ada hubungan positif antara persepsi terhadap harapan orang tua dan ketakutan akan kegagalan pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Manado. Semakin tinggi harapan orang tua yang dipersepsi oleh mahasiswa maka semakin tinggi pula tingkat ketakutan akan kegagalan. Berdasarkan hasil tersebut peneliti memberikan saran bahwa orang tua diharapkan untuk pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana persepsi terhadap harapan orang tua dapat mempengaruhi ketakutan akan kegagalan pada mahasiswa. Implikasi praktisnya dapat termanifestasi dalam pengembangan strategi pendekatan dan intervensi yang lebih efektif untuk membantu individu mengelelola ketakutan mereka, meningkatkan tingkat kepercayaan diri, dan mempromosikan kesejahteraan psikologi.
Negative Impact Of Domestic Violence On Child Development (Dampak Negatif Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Perkembangan Anak) Bolangitan, Asna Heti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11561880

Abstract

Tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia meskipun UU NO.23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga telah disetujui. Kekerasan dalam rumah tangga yang dilihat oleh anak akan berdampak pada perkembangan anak tersebut. Artikel ini membahas dampak negatif kekerasan dalam rumah tangga terhadap perkembangan anak. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan masalah serius yang mempengaruhi banyak keluarga di seluruh dunia. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami dampak tersebut secara mendalam bahkan yang terburuknya yaitu trauma. Penelitian ini di lakukan di Provinsi Sulawesi Utara. Dengan menggunakan mentode penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analitik, penelitian ini menemukan bahwa kekerasan dalam rumah tangga memiliki dampak yang tidak hanya dirasakan oleh korban langsung, tetapi juga oleh anak-anak yang menjadi saksi atau korban kekerasan tersebut. Hal tersebut dapat berdampak signifikan pada perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anak. Oleh sebab itu, penting bagi Masyarakat dan pemerintah untuk mengakui dan mengatasi masalah ini dengan meningkatkan kesadaran, pemberian dukungan, dan perlindungan kepada anak-anak yang terkena dampak serta mengedepankan pendekatan pencegahan terhadap korban yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga
Perencanaan Pembentukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Di PKBM Sharon Desa Walantakan Kec. Langowan Kab. Minahasa Rarun, Virgilio Frisinsky; Lumapow, Harol Reflie; Bolangitan, Asna Heti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi proses perencanaan pendirian PKBM Sharon Minahasa di Desa Walantakan, dengan fokus pada kebutuhan masyarakat, tantangan yang dihadapi, pengorganisasian sumber daya, evaluasi program, serta keberlanjutan jangka panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan Kepala PKBM, tutor, dan anggota masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendirian PKBM didorong oleh visi untuk memberdayakan masyarakat melalui pendidikan nonformal, dengan penekanan pada pelatihan keterampilan, literasi dasar, dan literasi digital. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan pendanaan, kurangnya sumber daya manusia yang terampil, serta rendahnya keterlibatan masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PKBM memanfaatkan sumber daya lokal, membangun kemitraan, serta menerapkan pendekatan partisipatif. Meskipun evaluasi program menunjukkan adanya peningkatan keterampilan pada peserta, masih diperlukan dukungan pasca-pelatihan yang lebih baik agar dampaknya dapat berkelanjutan. Rencana jangka panjang meliputi pengembangan pelatihan berbasis teknologi, perluasan kemitraan, serta peningkatan keterlibatan peserta. Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi yang berbasis pada kebutuhan lokal dan kolaboratif dalam pendidikan nonformal, serta memberikan wawasan dalam mengatasi tantangan keberlanjutan program.
Peran Keluarga Broken Home Dalam Mendidik Remaja Di Desa Babo, Kab. Bolaang Mogondow Lauso, Faradina; Wullur, Mozes Markus; Bolangitan, Asna Heti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga broken home dalam mendidik remaja di Desa Babo, Kabupaten Bolaang Mongondow. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan remaja, orang tua, serta fasilitator pendidikan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan emosional dan ekonomi, keluarga serta masyarakat sekitar berupaya membekali remaja dengan keterampilan praktis seperti teknologi, musik, dan menjahit, sekaligus memberikan dukungan emosional yang menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian. Faktor pendukung utama meliputi motivasi internal remaja, dukungan sosial dari keluarga besar dan teman sebaya, serta dedikasi para pendidik informal. Sebaliknya, hambatan utama yang dihadapi adalah keterbatasan fasilitas, kurangnya waktu orang tua, serta stigma sosial terhadap remaja dari keluarga broken home. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan informal dan dukungan masyarakat sangat penting dalam membangun ketahanan diri serta mempersiapkan remaja dari keluarga broken home untuk menghadapi tantangan di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk memperkuat infrastruktur serta menghilangkan stigma guna mengoptimalkan perkembangan remaja.
Pelatihan Keterampilan Menjahit Ibu-Ibu PKK Di SKB Kakas Kalima, Yuniati; Lumapow, Harol Reflie; Bolangitan, Asna Heti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan keterampilan menjahit bagi ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kakas serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang terlibat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari lima peserta pelatihan, satu instruktur, dan kepala SKB Kakas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan menjahit dilaksanakan dengan perencanaan yang baik, didukung oleh fasilitas yang cukup memadai, serta menerapkan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta. Faktor pendukung meliputi motivasi peserta yang tinggi, dukungan keluarga, serta keterlibatan aktif instruktur selama proses pelatihan berlangsung. Adapun faktor penghambat utama adalah terbatasnya jumlah mesin jahit dan durasi pelatihan yang relatif singkat, sehingga waktu praktik peserta menjadi terbatas. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar penyelenggara pelatihan menambah jumlah mesin jahit serta menyediakan jadwal pelatihan yang lebih fleksibel guna meningkatkan efektivitas pelatihan dan mengembangkan keterampilan peserta secara lebih optimal.
Pelatihan Keterampilan Menjahit Ibu-Ibu PKK Di SKB Kakas Pemberdayaan Remaja Putus Sekolah Melalui Pelatihan Keterampilan Bercocok Tanam Jagung Produktif Di SKB Kecamatan Lolak Lasabang, Sriyani; Wullur, Mozes Markus; Bolangitan, Asna Heti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi, dampak, serta faktor pendukung dan penghambat dari pelatihan keterampilan bertani jagung di SKB Kecamatan Lolak. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap lima peserta, satu guru pendamping, dan satu kepala SKB. Pelatihan dilaksanakan dengan kombinasi teori dan praktik, yang mencakup materi tentang pemilihan bibit unggul, pembuatan pupuk organik, serta teknik penyiraman yang efisien. Pelatihan ini dinilai bermanfaat dalam meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi peserta, khususnya remaja putus sekolah, untuk menjadi wirausaha di sektor pertanian. Faktor pendukung meliputi komitmen penyelenggara dan antusiasme peserta, sedangkan keterbatasan waktu praktik dan fasilitas menjadi hambatan utama. Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan keterampilan serta pemberdayaan ekonomi peserta. Disarankan agar durasi praktik ditambah, fasilitas dilengkapi, serta adanya dukungan pemerintah untuk pengembangan program serupa.
Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tondano Lahope, Cicilya; Bolangitan, Asna Heti; Estafianto, Hary Dwi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di SKB Tondano dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan guru pembimbing, orang tua, dan Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program PAUD di SKB Tondano didasarkan pada kebutuhan lokal dengan keterlibatan aktif masyarakat. Pelaksanaan program menerapkan pendekatan holistik, yang mencakup pembelajaran melalui bermain serta pengembangan keterampilan motorik, kognitif, dan emosional anak. Evaluasi dilakukan secara berkala dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Faktor pendukung keberhasilan program antara lain dukungan pemerintah dan fasilitas yang memadai, sedangkan hambatan utama yang dihadapi adalah keterbatasan pendanaan serta kurangnya pemahaman orang tua. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pendanaan, perbaikan fasilitas, serta penguatan kerja sama dengan lembaga eksternal untuk menjamin keberlanjutan program PAUD.
Peran Pamong Belajar Dalam Menyelenggarakan Pembelajaran Kreatif Pada Program Paket C Di SPNF SKB Tondano Mintje, Lewinsny Sharon; Dumanow, Ronny G.; Bolangitan, Asna Heti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan pembelajaran kreatif dalam Program Paket C di SPNF SKB Tondano serta dampaknya terhadap peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Subjek penelitian terdiri dari Kepala SKB, tutor (pamong), dan peserta didik Program Paket C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pamong sebagai fasilitator sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan menarik. Metode pembelajaran kreatif yang diterapkan, seperti diskusi kelompok, permainan edukatif, dan simulasi, mampu meningkatkan motivasi serta partisipasi aktif peserta didik. Namun, masih terdapat beberapa tantangan, antara lain keterbatasan anggaran dan terbatasnya waktu yang dimiliki oleh peserta didik. Penelitian ini menemukan adanya dampak positif yang signifikan terhadap pemahaman materi, kepercayaan diri, serta keterampilan sosial peserta didik. Kesimpulannya, pembelajaran kreatif dapat meningkatkan kualitas pendidikan dalam Program Paket C, meskipun hambatan yang ada perlu diatasi agar hasil yang dicapai dapat lebih optimal.
Motivasi Berprestasi Mahasiswa Menyelesaikan Studi Pada Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Dan Psikologi Universitas Negeri Manado Mamonto, Prity S.; Bolangitan, Asna Heti; Estafianto, Hary Dwi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berprestasi mahasiswa Pendidikan Nonformal di Universitas Negeri Manado (UNIMA). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi tujuan pribadi, disiplin diri, dan ketekunan, sedangkan faktor eksternal terdiri dari dorongan keluarga, dukungan teman sebaya dan dosen, lingkungan akademik, serta peluang karier di masa depan. Meskipun terdapat berbagai faktor pendorong motivasi tersebut, beberapa hambatan seperti stres akademik, kurangnya rasa percaya diri, serta ketidakpastian mengenai pekerjaan di masa depan dapat menurunkan semangat belajar mahasiswa. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penting untuk memperkuat keterampilan manajemen waktu mahasiswa, meningkatkan kemampuan pengaturan diri (self-regulation), serta memberikan dukungan akademik dan emosional yang konsisten dari pendidik dan keluarga. Penguatan aspek-aspek tersebut dapat membantu mahasiswa Pendidikan Nonformal mempertahankan motivasi belajar, meningkatkan hasil belajar, serta mencapai keberhasilan akademik dan karier.