Penelitian ini menganalisis konflik sosial dalam novel Mā Ṭabaqa Lakum karya Ghassan Kanafani menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana elemen-elemen naratif seperti karakter, plot, dan setting digunakan untuk menggambarkan dinamika konflik sosial dalam konteks kejadian nyata di Palestina. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan berbagai konflik sosial yang digambarkan dalam novel Mā Ṭabaqa Lakum dan dikuatkan dengan sumber data pustaka lainnya sebagai data pendukung. Dalam kaitannya dengan analisis data, penelitian ini mengintegrasikan teori konflik sosial Pruitt dan Rubin serta pendekatan sosiologi sastra. Adapun hasil dari penelitian ini menemukan bahwa konflik sosial dalam novel mencerminkan ketegangan antara kekuasaan kolonial dan perlawanan rakyat Palestina. Karakter-karakter dalam novel berjuang dengan identitas dan tekanan eksternal yang sekaligus merepresentasikan kondisi sosial dan politik di dunia nyata. Selain itu, novel ini menunjukkan adanya ketidaksetaraan ekonomi, perbedaan budaya, dan pertentangan politik memperburuk ketegangan sosial. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa sastra dapat berfungsi sebagai alat untuk mengkritik ketidakadilan sosial dan menginspirasi perubahan sosial. Saran untuk penelitian mendatang mencakup eksplorasi lebih lanjut tentang konflik sosial dalam berbagai karya sastra Timur Tengah dan penggunaan pendekatan multi-disipliner untuk analisis yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2024