Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan peserta didik kelas III Sekolah Dasar dalam memahami materi Hak dan Kewajiban. Peserta didik belum bisa membedakan konsep antara Hak dan Kewajiban. Permasalahan ini ditemukan selama observasi dan wawancara di Sekolah Dasar Ketegan Tanggulangin Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan media, kelayakan dan respon peserta didik tentang pengembangan media Ludo berbantuan model Numbered Head Together (NHT) pada muatan PKn materi hak dan kewajiban untuk peserta didik kelas III sekolah dasar. Penggunaan media dalam proses pembelajaran menggunakan metode belajar sambil bermain. Pembuatan media permainan didasarkan anak seusia sekolah dasar kelas III memiliki karakteristik senang bermain, belajar sambil bermain dan senang bergerak dan menyanyi. Jenis penelitian yang dipakai dalam media ini adalah pengembangan atau Research and Development (R&D). Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu: analyze (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi) dan evaluation (evaluasi). Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan yaitu pengumpulan data berupa angket dan lembar validasi. Angket akan diberikan kepada peserta didik dan guru kelas untuk memperoleh informasi mengenai media pembelajaran Ludo sedangkan lembar validasi akan diberikan kepada validator ahli materi dan ahli media untuk mendapatkan kevalidan suatu produk yang akan ditujukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi mendapat jumlah skor 50 dengan persentase 83,3% yang termasuk kategori “validâ€. Sedangkan hasil validasi ahli media mendapat skor 38 dengan persentase 84,4% yang termasuk kategori “validâ€. Hasil respon guru dan respon peserta didik mendapat tingkat validitas “sangat baik†dengan persentase respon guru 87,5% dan respon peserta didik 95,3%. Dengan demikian media pembelajaran Ludo dinyatakan layak digunakan delam pembelajaran PKn.
Copyrights © 2023