Penelitian ini dilakukan untuk menilai pelaksanaan Kurikulum Merdeka di MTs Al Hidayah Purwokerto Barat dari sudut pandang guru dan siswa, dengan menggunakan kerangka konseptual Social Learning Theory (SLT). Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam terhadap guru mata pelajaran dan siswa, serta observasi kelas. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas guru dan siswa mengekspresikan pandangan optimis terhadap fleksibilitas Kurikulum Merdeka yang memungkinkan adaptasi metode pengajaran sesuai kebutuhan siswa, serta pendekatan kontekstual yang meningkatkan relevansi materi dengan kehidupan nyata. Guru terdorong untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendorong berpikir analitis, kreatif, dan kolaboratif melalui pembelajaran observasional dan interaksi sosial dengan rekan-rekan yang sukses dalam menerapkan kurikulum baru ini. Namun, penelitian ini juga mengungkap adanya persepsi netral dan negatif dari sebagian guru dan siswa, serta hambatan seperti kurangnya sumber daya, sarana prasarana, dan pelatihan yang memadai bagi guru. Temuan ini memperkuat pentingnya dukungan lebih lanjut dari pemerintah dan lembaga pendidikan dalam menyediakan pelatihan, fasilitas, dan pendampingan yang memadai guna mengatasi hambatan tersebut dan memastikan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka. Studi ini memberikan wawasan tentang efektivitas Kurikulum Merdeka dalam mendukung pembelajaran di MTs Al Hidayah Purwokerto Barat, serta mengeksplorasi dinamika persepsi guru dan siswa yang dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial dan lingkungan sesuai dengan prinsip-prinsip Social Learning Theory.
Copyrights © 2024