Pariwisata massal yang berkembang di Kawasan Candi Borobudur merupakan permasalahan yang telah lama menjadi fokus penelitian, disebabkan oleh dampak negatif yang dirasakan lebih banyak dibandingkan manfaatnya. Selain itu, fenomena yang terjadi di Kawasan Borobudur menunjukkan persoalan kemiskinan masyarakat pedesaan di Kawasan Borobdur yang disebabkan sentralisasi pengembangan dan promosi pariwisata di kawasan tersebut. Artikel ini bertujuan untuk menggali potensi pariwisata di sekitar Candi Borobudur sebagai upaya pendistribusian manfaat dari pariwisata dalam bentuk pariwisata alternatif dan niche. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi dan telaah literatur terdahulu terkait pengembangan pariwisata khususnya di Borobudur. Teori pariwisata niche dari Novelli (2005) menjadi dasar dalam penelusuran pariwisata alternatif dan niche di Kawasan Borobudur dan sekitarnya. Hasil penelusuran yang dilakukan pada dua puluh desa di Kecamatan Borobudur menunjukkan terdapat sepuluh konsep pariwisata yang berpotensi untuk dapat diterapkan dan dikembangkan di beberapa desa dan daya tarik wisata lainnya di kawasan Borobudur. Tidak semua konsep pariwisata yang dikemukakan dalam buku Noveli yang berjudul “Niche Tourism: Contemporary issues, trends and cases” dapat diterapkan di kawasan ini.
Copyrights © 2024