Mimpi dan perilaku memiliki korelasi signifikan, hanya saja masih diperdebatkan apakah mimpi yang mempengaruhi perilaku, atau sebaliknya perilaku yang mempengaruhi mimpi. Jika hipotesis pertama yang diterima maka mimpi yang indah dan baik, secara psikologis, akan berimplikasi posititf bagi perilaku lahiriah seseorang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, yang di dalamnya termasuk kategori penulisan konsep, yaitu jenis penelitian studi kepustakaan (library research), melalui data yang lebih memerlukan olahan filosofik dan teoritik daripada uji empirik..Penelitian ini bersifat deskriptif analitik, yaitu penelitian yang berfungsi untuk menyelesaikan masalah melalui pengumpulan, penyusunan, dan proses analisa mendalam terhadap data yang ada untuk kemudian dijelaskan dan selanjutnya diberi penilaian. Hubungan mimpi dengan gangguan jiwa digambarkan Freud dalam tiga kerangka, yaitu: Pertama, penyebab abnormalitas dan hubungan klinis dari mimpi sebagai gambaran, petunjuk, dan sisa kondisi kegilaan. Kedua, modifikasi mimpi menjadi bahasan utama dalam penyakit mental. Ketiga, hubungan intrinsik mimpi dan kegilaan dalam bentuk analogi menunjukkan hubungan yang dekat secara esensial. Hubungan mimpi dan kegilaan juga ditunjukkan melalui kasus kegilaan delusional karena mimpi buruk.
Copyrights © 2023