Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan maksim kesantuanan tindak tutur sebagai sarana komunikasi organisasi aparatur desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Penelitian ini merupakan salah satu penelitian dalam kajian sosiopragmatik yang tergolong penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut: (1) persiapan pengumpulan data, (2) teknik observasi, dan (3) teknik wawancara. Analisis. Hasil peneltian menunjukkan bahwa aparatur desa bajur merealisasikan enam maksim kesantunan sebagai sarana komunikasi organisasi aparatur desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Keenam maksim tersebut yaitu, yakni maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan atau kecocokan, dan maksim kesimpatian. Keenam maksim tersebut erat kaitannya dengan jiwa besar seorang pemimpin yang patut diteladani dan dihormati dalam bertutur sehingga permasalahan dalam masyarakat dapat terselesaikan dengan baik dan pemimpin tersebut dikategorikan sebagai seorang yang santun. Keenam maksim tersebut cocok untuk diterapkan di tengah masyarakat pedesaan dalam menciptakan keharmonisasian antar warga masyarakat dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan partisipasi Masyarakat dalam mensukseskan Pembangunan desa.
Copyrights © 2024