Kurikulum pesantren didesain untuk memberikan bekal kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kemampuan kognitif santri pada bidang ilmu-ilmu keislaman merupakan hasil dari dominasi pembelajaran kitab klasik keislaman sebagai pengetahuan. Namun, aspek afektif dan psikomotrik dari kurikulum pesantren dari pembelajaran kitab klasik keislaman belum banyak menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan perencanaan kurikulum pesantren dalam upaya membantuk kemampuan afektif santri di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Bangil dan Pondok Pesantren Nurul Haramain Pujon. Penelitian dilaksanakan dengan metode penelitian studi kasus dengan rancangan multisitus. Informan penelitian ini yaitu para pengambil kebijakan kurikulum pesantren. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, teknik observasi, dan teknik dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif yang secara bersamaan dilakukan uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perencanaan kurikulum pesantren yang berorientasi pada pembentukan kemampuan afektif santri dikembangkan dengan mempertimbangkan; 1) visi dan misi yang jelas dan terukur; 2) kesesuaian kurikulum dengan tujuan pesantren; 3) desain pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan; dan 4) penilaian yang holistik dengan pemantauan yang berkesinambungan. Implementasi asumsi-asumsi tersebut dalam perencanaan kurikulum memberikan dampak kemampuan afektif santri dalam perilaku kejujuran, kedisiplinan, dan bertanggungjawab.
Copyrights © 2023