Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kearifan lokal dalam materi sejarah pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah menengah pertama (SMP). Kearifan lokal, yang meliputi pengetahuan dan praktik budaya yang diwariskan secara turun-temurun, berpotensi memperkaya pengalaman belajar siswa dengan mengaitkan materi sejarah dengan konteks lokal yang relevan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan wawancara dengan guru-guru IPS, observasi proses pembelajaran, dan analisis terhadap buku teks serta dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kesadaran tentang pentingnya kearifan lokal, materi sejarah di sekolah-sekolah masih didominasi oleh sejarah nasional dan global. Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah dilakukan secara sporadis dan sangat bergantung pada inisiatif guru. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa siswa menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi terhadap materi yang berkaitan dengan sejarah lokal, yang meningkatkan pemahaman mereka tentang identitas budaya. Namun, terdapat tantangan dalam hal keterbatasan bahan ajar dan waktu pembelajaran yang menghambat implementasi yang lebih luas. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan bahan ajar yang berbasis kearifan lokal, pelatihan guru, serta revisi kurikulum untuk meningkatkan integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah IPS.
Copyrights © 2024