Penelitian ini bertujuan untuk melakukan peninjauan terhadap analisis besarnya Break Event Point (BEP) Unit dan Break Event Point (BEP) Rupiah pada usaha Pop Ice SMPN 1 Kota Sorong apakah usaha tersebut mengalami kerugian atau keuntungan. Usaha Pop Ice SMPN 1 Kota Sorong terletak di depan SMPN 1 Kota Sorong, Papua Barat Daya . Metode penelitian ini yang digunakan adalah metode kuantitatif dan metode kualitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif yaitu mendeksripsikan hasil penelitian dan kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perhitungan BEP dalam Unit usaha Pop Ice SMPN 1 Kota Sorong pada bulan Januari 2024, titik impas pada 1.757 unit dengan tingkat penjualan sebesar Rp. 8.837.209,30 dan selama bulan Januari dijual 3.100 unit, pendapatannya Rp. 15.500.000 maka tingkat keuntungannya sebesar Rp.2.904.000. Kemudian perencanaan laba di bulan februari 2024, menunjukkan peningkatan kapasitas penjualan menjadi 4.930 unit dengan pendapatan kotornya adalah Rp. 24.650.000, laba yang diperoleh adalah Rp. 8.737.000. Titik impasnya berada pada 1.494 unit dengan penjualannya sebesar Rp. 7.600.000. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan laba mengalami peningkatan dibulan Februari. Selanjutnya dibulan Maret mengalami penurunan sehingga kapasitas penjualan menjadi 3.500 unit dengan pendapatan adalah Rp.17.500.000, laba yang diperoleh adalah Rp. 6.474.000 Titik impasnya berada pada 1.294 unit dengan penjualannya sebesar Rp. 6.440.667,96
Copyrights © 2024