Identifikasi bakteri pewarnaan gram dilakukan dengan metode konvensional atau molekuler secara mikroskopis. Pewarnaan gram memiliki kemampuan menyeleksi bakteri gram positif dengan bakteri gram negatif berdasarkan peptidoglikannya.Pewarnaan gram menggunakan safranin sebagai cat penutup.Safranin merupakan pewarna kationyang bersifat karsinogenik dan menimbulkan permasalahan bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan pewarna alternatif dari bahan alami yang sama dengan safranin. Daun pacar kuku merupakan senyawa fenolik dan termasuk dalam protein yang memberikan kemampuan pewarnaan yang baik. Penelitian ini memiliki tujuanmenentukan pengaruh antara variasi pHdengan stabilitas daun pacar kuku sebagai counterstain alternatif pewarnaan gram dan membuat inovasi baruberbahan dasar alami untuk pewarnaan gram yang stabil dan lebih ramah lingkungan. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan uji stabilitas untuk mengukur absorbansi. Selanjutnya, setelah pewarnaan diamati dibawah mikroskop perbesaran 100x. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat warna pada pH 3 lebih stabil dibanding dengan zat warna pada pH 7 dan pada pewarnaan dengan ekstrak daun pacar kuku bakteri Staphylococcus aureus lebih terwarnai dan terlihat jelas dibanding dengan bakteri Esherichia coli yangtidak terwarnai oleh ekstrak daun pacar kuku.
Copyrights © 2024