Pendahuluan: Menurut United Nation Office Drug and Crime Indonesia termasuk ke dalam 10 negara dengan tingkat peredaran narkoba tertinggi, terutama ekstasi dan ganja. Berdasarkan Indonesia Drug Report provinsi dengan kasus tindak pidana narkoba tertinggi ialah Sumatera Utara sebanyak 7.353 kasus, Jawa Timur 6.193 kasus, DKI Jakarta 4.749 kasus, Jawa Barat 2.494 kasus, Sulawesi Selatan 2.120 kasus. Jenis NAPZA yang banyak disalahgunakan adalah sabu, ganja dan ekstasi dengan pelaku didominasi berjenis kelamin laki-laki. terpapar penyalahgunaan NAPZA. Metamfetamin atau sering dikenal di Indonesia dengan sebutan sabu. Sabu dapat menyebabkan ketergantungan, masalah fisik (meliputi malnutrisi, denyut jantung meningkat, gangguan ginjal, hepatitis, HIV-AIDS bagi mereka yang menggunakan suntikan amfetamin), masalah psikiatri (perilaku agresif, kondisi putus obat yang menyebabkan lelah, gangguan tidur, serangan panik, confusional state, psikosis dan skizofrenia bahkan gangguan kepribadian. Kesimpulan: Pasien dalam laporan kasus ini mengalami gangguan kepribadian antisosial dikarenakan adanya konsumsi metamfetamin. Pemicu yang mendasari gangguan kepribadian antisosial ini dikarenkan adanya konsumsi pemakaian zat adiktif yang berulang. Faktor lain terkait perkembangan psikososial sejak perinatal atau di dalam kandungan hingga masa dewasa awal sehingga mempengaruhi kondisi pasien saat ini. Kata Kunci: Zat adiktif, Pemakaian metamfetamin, Gangguan kepribadian anti sosial
Copyrights © 2024