Penelitian menggunakan metodologi meta-analisis, yang dimulai dengan rumusan masalah, kemudian data dikumpulkan, disajikan, dan ditarik kesimpulan. Data yang dianalisis bersifat kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berasal dari tes kemampuan berpikir kritis, sedangkan data kualitatif berasal dari observasi langsung, menangkap tindakan siswa dan guru dengan menggunakan model Problem Based Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V SDN 01 KALEO mengalami peningkatan kemampuan berpikir kritis yang signifikan pada setiap siklus pelaksanaan PBL. Hasil tes evaluasi kemampuan berpikir kritis pada setiap siklus menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis menghasilkan hasil belajar yang lebih baik. Pada Siklus I, 38,5% siswa tuntas dalam tes, sedangkan 61,5% tidak tuntas. Pada Siklus II tingkat ketuntasan meningkat menjadi 56,4%, sedangkan siswa yang tidak tuntas sebanyak 43,6%. penerapan model pembelajaran berbasis masalah siswa kelas V SDN 01 KALEO memiliki potensi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan berdampak positif pada hasil belajar matematika siswa
Copyrights © 2023