Pada penderita Gagal Ginjal Kronis (GGK), penurunan fungsi ginjal dapat digantikan dengan terapi hemodialisa. Penurunan fungsi ginjal yang buruk menimbulkan gangguan kemampuan erythropoietein dan menyebabkan anemia. Pada penderita GGK sangat penting untuk melakukan pemeriksaan hemoglobin secara rutin. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dan memantau kadar hemoglobin pasien. Selain pemeriksaan hemoglobin, pasien GGP perlu melakukan pemeriksaan kadar kreatinin untuk mengidentifikasi tingkat gangguan fungsi ginjal yang diderita. Peneliti melakukan penelitian ini dengan tujuan mengetahui hubungan pemberian terapi hemodialisa pada terhadap kadar hemoglobin dan kreatinin pada pasien GGK. Penelitian dilakukan dengan metode Cross-Sectional Survei. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien GGP yang menjalani terapi hemodialisa di RS Baptis Kota Kediri. Sampel penelitian menggunakan metode pengambilan sampel Quota Sampling dan diperoleh hasil sebanyak 30 orang. Hasil penelitian diperoleh bahwa kadar hemoglobin rata-rata pada pasien GGK sebesar 9,0 g/dL dan kreatinin 4,45 mg/dL. Berdasarkan Uji Korelasi Pearson diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,369, nilai p= (0,045) > alpha = 0,05 (5%), sehingga dapat disimpulkan bawa H1 diterima. H1 diterima berarti terdapat hubungan antara kadar hemoglobin dan kreatinin pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Rumah Sakit Baptis Kota Kediri.
Copyrights © 2024