Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat reaksi radikal bebas, salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan adalah labu kuning. Buah ini kaya akan betakaroten, alkaloid dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas sehingga dapat dimanfaatkan dalam bentuk sediaan serum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang ideal berdasarkan hasil evaluasi fisik dan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi xanthan gum sebagai gelling agent terhadap sediaan serum. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental design. Serum dibuat 4 formulasi dengan variasi konsentrasi xanthan gum kemudian dilakukan evaluasi fisik dan analisis data menggunakan uji One way Anova atau Kruskall Wallis. Hasil penelitian diperoleh, uji organoleptis menghasilkan serum bertekstur setengah padat, berwarna transparan kekuningan, dan bau yang khas. Uji homogenitas semua formula dinyatakan homogen. Uji pH pada semua formula memenuhi persyaratan yaitu 4,5-6,5. Uji viskositas pada semua formula memenuhi persyaratan 800-3000 cPs. Uji daya sebar pada semua formula memenuhi persyaratan 5-7cm. Uji hedonik yang paling disukai responden yaitu formula IV dengan konsentrasi xanthan gum 0,7%. Kesimpulan penelitian ini semua formula memenuhi persyaratan. Namun, formula paling ideal ada pada F III dan diperoleh adanya pengaruh variasi konsentrasi xanthan gum pada evaluasi organoleptik, viskositas, daya sebar serta hedonik, dan tidak terdapat pengaruh pada evaluasi homogenitas dan pH pada ke empat formula.
Copyrights © 2024