Saat ini, banyak anak remaja sulit tidur pada malam hari, karena otak remaja secara alami bekerja pada jadwal yang lebih malam. Berkurangnya waktu tidur, berarti pula semakin meningkatkan penggunaan energi yang juga mempengaruhi kapasitas sel darah merah di dalam tubuh sehingga menimbulkan anemia pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan pola tidur dengan kejadian anemia pada remaja di Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional Study dengan sampel penelitian berjumlah 74 responden dan teknik pengambilan sampel penelitian adalah accidental sampling. Analisis data menggunakan uji Chi square. Hasil uji Chi square (p value = 0,011 atau p<0,05), yang artinya terdapat hubungan yang signfikan kebiasaan pola tidur dengan kejadian anemia pada remaja di Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu berkurangnya waktu tidur dapat menyebabkan biosintesis sel-sel tubuh, termasuk biosintesis hemoglobin terganggu sehingga menimbulkan anemia pada remaja. Dengan demikian remaja perlu mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi lebih banyak untuk mencegah terjadinya anemia tersebut. Saran yang diberikan yaitu pemberian informasi yang rutin kepada remaja yang dilakukan oleh Puskesmas mengenai pentingnya menjaga kualitas tidur untuk mencegah anemia sehingga kesehatan remaja dapat selalu terjaga.
Copyrights © 2024