Tujuan Penelitian ini ialah untuk menjelaskan bagaimana resiliensi akademik dalam perspektif psikologi Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kepustakaan (Library Research). Data dikumpulkan dari literatur-literatur yang sesuai dengan fokus pembahasan. Prosedur pengumpulan data yang digunakan ialah dengan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis model Miles dan Huberman. Pengecekan keabsahan data yang digunakan, yaitu derajat keterpercayaan (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam dan psikologi memiliki rumusan tentang aspek, dimensi, dan bentuk pemaafan yang memiliki banyak kemiripan. Perbedaan secara signifikan terletak pada muatan spiritual yang sangat kental dalam konsep Islam. Terdapat beberapa komponen resiliensi dalam perspektif psikologi Islam, antara lain: 1) regulasi emosi, 2) pengendalian hasrat atau keinginan, 3) optimisme, 4) empati, 5) efikasi diri, dan 6) mencapai positif atau mengambil pelajaran. Sedangkan metode meningkatkan resiliensi ini dengan tiga cara dan tahap, yang dikaitkan untuk meningkatkan kualitas diri dalam dunia tasawuf, yaitu takhalli, tahalli dan tajalli.
Copyrights © 2023