Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep dan bentuk pengembangan asesmen PAI dari ketiga pendekatan penilaian di Sekolah Menengah Atas. Masih adanya penilaian konvensional, kemampuan guru PAI yang monoton dalam melakukan asesmen, serta kurangnya kesadaran guru terkait tujuan pembelajaran PAI. Dalam konteks ini, penilaian diposisikan seolah-olah sebagai kegiatan yang terpisah dari proses pembelajaran, sedangkan pada kurikulum saat ini asesmen dilakukan secara komprehensif menggunakan 3 pendekatan yaitu Assessment of Learning (AoL), Assessment as Learning (AaL), dan Assessment for Learning (AfL). Metode penelitian berupa penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan AoL disebut sebagai penilaian sumatif yang berbentuk PTS, PAS, USek. Materi PAI di tingkat menengah atas yaitu al Qur’an, aqidah, ahlaq, fiqh/ibadah, dan Tarikh. AfL di SMA berorientasi pada kemampuan mempraktekkan ajaran agama seperti praktek haji, praktek menghitung zakat, praktek mengurus jenazah, hingga praktek menghitung harta waris. AaL disebut sebagai penilaian formatif PAI di SMA berkaitan dengan penilaian sikap, bakat, minat, nilai-nilai serta penghargaan. AaL terletak pada cara penilaian yang mana peserta didik ikut berpartisipasi dalam penilaian mulai dari prosedur, kriteria, hingga pembuatan pedoman atau rubrik seperti Self Assessment (Penilaian Diri), Peer Assessment (Penilaian Antar Teman).
Copyrights © 2023