Dalam lingkungan pendidikan, seluruh tenaga kependidikan memiliki hak untuk membimbing peserta didik dalam proses belajar mengajar. Namun, ada bimbingan khusus yang harus di perankan oleh seorang yang profesional dalam hal membimbing siswa yang sedang menghadapi permaslahan terkait belajarnya atau disebut dengan stres akademik. Dalam penelitian ini Penulis menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif, yang mana Penulis akan mendeskripsikan secara mendalam mengenai permaslahan yang sedang Penulis teliti. Kemudian, Penulis menggunakan dua model data selama proses penelitian berlangsung, yaitu data primer dan data sekunder. Dan Penulis menggunakan metode pendekatan kajian literatur/library research dalam mengumpulkan data-data yang serupa melalui buku, jurnal, artikel dan terbitan-terbitan lainnya. Yang terakhir, Penulis menggunakan metode wawancara kepada narasumber (guru BK dan peserta didik) untuk mendukung data-data yang Penulis dapatkan. Penulis menarik hasil dari penelitian ini bahwa stres akademik yang terjadi dilingkungan pendidikan akan mempengaruhi peformance seorang peserta didik, sehingga prestasi nya dalam belajar menurun. Konselor mengambil peran dalam mengatasi masalah tersebut dengan memanfaatkan pendekatan-pendekatan dalam proses konseling. Bukan hanya sebagai penyelesai masalah seorang peserta didik saja, namun konselor juga sebagai wadah untuk para peserta didik yang membutuhkan bimbingan terkait masalah akademik.
Copyrights © 2024