Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IMPLEMENTASI FUNGSI POKOK PELAYANAN PRIMER PUSKESMAS SEBAGAI GATEKEEPER DALAM PROGRAM JKN (STUDI DI PUSKESMAS JUWANA KABUPATEN PATI) Ainur Rahma; Septo Pawelas Arso; Anneke Suparwati
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 3, No 3 (2015): JULI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.52 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v3i3.12036

Abstract

The National Health Insurance (NHI) program which embracing the principles of Managed Care, focuses on the health care needs of first level Health Care Provider, where the first level Health Care Provider have an important role because as the main gate of patients who need health care utilization (Gatekeeper), so hoppefully most of health services finished at primary level. Primary Health Center (PHC) as first level health facilitation have strategic role and advantages for supporting the implementation of NHI compared to family doctors and private clinics because it has two functions, that are the function of organizing Primary Health Efforts and Individual Health Efforts. Where the principal function of Individual Health Efforts in NHI as gatekeeper are strengthening the function of first contact care, continuity care, comprehensive care, and coordination care. The purpose of this study was to analyze implementation of 4 primary care principal function of PHC as gatekeeper in NHI program in Juwana PHC, Pati, guidelines with “Manual Pelaksanaan JKN-BPJS Kesehatan” and performance indicators "Quality Indicators 9". This research was carried out to the stakeholders that related with the implementation of primary care principal functions in Juwana PHC, there are five main informants. Triangulation informant is the Head of Primary Health Care Management Unit from BPJS and Head of Basic Health Efforts and Referral Unit from Dinas Kesehatan Kabupaten Pati. The research used qualitative methods of collecting data through in-depth interviews. The results showed that the implementation of the primary care principal functions of Juwana PHC is 70% in accordance with the Guidelines for the ‘Manual Pelaksanaan JKN-BPJS Kesehatan’. While based on 3 indicators fromQI9assessmentin terms ofcommitmentof servicefor the determination ofperformance-basedcapitationnorm, PHCJuwanaonlyget acapitationRp. 4500.00on January-March 2015.
Analisis Stres Akademik: Peran Konselor di Lingkungan Pendidikan Ainur Rahma; Ismi Khairani; Desi Susanti
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i2.861

Abstract

Dalam lingkungan pendidikan, seluruh tenaga kependidikan memiliki hak untuk membimbing peserta didik dalam proses belajar mengajar. Namun, ada bimbingan khusus yang harus di perankan oleh seorang yang profesional dalam hal membimbing siswa yang sedang menghadapi permaslahan terkait belajarnya atau disebut dengan stres akademik. Dalam penelitian ini Penulis menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif, yang mana Penulis akan mendeskripsikan secara mendalam mengenai permaslahan yang sedang Penulis teliti. Kemudian, Penulis menggunakan dua model data selama proses penelitian berlangsung, yaitu data primer dan data sekunder. Dan Penulis menggunakan metode pendekatan kajian literatur/library research dalam mengumpulkan data-data yang serupa melalui buku, jurnal, artikel dan terbitan-terbitan lainnya. Yang terakhir, Penulis menggunakan metode wawancara kepada narasumber (guru BK dan peserta didik) untuk mendukung data-data yang Penulis dapatkan. Penulis menarik hasil dari penelitian ini bahwa stres akademik yang terjadi dilingkungan pendidikan akan mempengaruhi peformance  seorang peserta didik, sehingga prestasi nya dalam belajar menurun. Konselor mengambil peran dalam mengatasi masalah tersebut dengan memanfaatkan pendekatan-pendekatan dalam proses konseling. Bukan hanya sebagai penyelesai masalah seorang peserta didik saja, namun konselor juga sebagai wadah untuk para peserta didik yang membutuhkan bimbingan terkait masalah akademik.
The Role of Calligraphy in Increasing the Maharah Kitabah Ismi Khairani; Ainur Rahma; Desi Susanti; Farhatul Fadhilah; Sahkholid Nasution
Quality : Journal Of Education, Arabic And Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/qwt.v1i2.34

Abstract

Belajar merupakan suatu proses atau usaha yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan sebuah pengetahuan. Dalam pembelajaran bahasa arab terdapat empat keterampilan yang harus ditingkatkan, salah satunya adalah maharah kitabah . Salah satu cara peningkatan keterampilan dalam menulis (maharah kitabah ) adalah dengan cara menulis kaligrafi. Kaligrafi memiliki peran dalam meningkatkan mahārah kitābah  dengan menggunakan beberapa metode pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini  adalah untuk mengetahui sejauh mana peran kaligrafi dalam meningkatkan kemahiran dalam menulis (maharah kitabah) dan mendeskripsikan nya secara menddalan mengenai hasil dari penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan menggunakan dua model data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer pada penelitian ini adalah wawancara kepada narasumber dan data sekunder pada penelitian ini adalah library research. Hasil dari penelitian mengenai peran kaligrafi dalam meningkatkan maharah kitabah  maharah kitabah adalah dengan menggunakan metode-metode pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan dalam pembelajarab kaligrafi, sehingga jika seorang individu mahir dalam menulis kaligrafi, sudah dapat dipastikan bahwa individu tersebut memiliki keterampilan dalam menulis huruf Arab (maharah kitabah).
ANALISIS MUQABALAH DALAM SURAH AL-FURQON AYAT 47 DALAM KONTEKS ILMU BADI’ Pangulian Harahap; Ainur Rahma; Halimah Ibrahim; Harun Al-Rasyid
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 3 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v10i3.9801

Abstract

Al-Qur'an, sebagai kitab suci umat Islam, tidak hanya kaya akan makna tetapi juga mengandung keindahan bahasa yang luar biasa, terutama melalui penggunaan perangkat retorika. Penelitian ini berfokus pada konsep muqabalah dalam konteks Ilmu Badi', yang menekankan aspek estetik bahasa. Analisis dilakukan terhadap Surah Al-Furqon ayat 47, Teknik retorika ini tidak hanya memperkaya pesan moral dan spiritual yang disampaikan, tetapi juga berfungsi sebagai pemicu emosional bagi pembaca,. Menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai sumber klasik dan kontemporer terkait balaghah dan tafsir untuk memperdalam pemahaman tentang dampak muqabalah dalam teks. Hasil analisis menunjukkan bahwa muqabalah tidak hanya memperindah bahasa, tetapi juga memperkuat nilai-nilai moral, menekankan pentingnya kesabaran sebagai jalan menuju ganjaran Ilahi. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap muqabalah dapat meningkatkan apresiasi terhadap kedalaman Al-Qur'an dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari, mendorong umat untuk mengadopsi sikap sabar dan bersyukur di tengah tantangan. Kata Kunci : balaghah, muqabalah
ANALISIS PENGGUNAAN DEEP TRANSLATOR ALAT UNTUK PENERJEMAHAN TEKS BAHASA ARAB Ainur Rahma; Ismi Khairani; Desi Susanti
Jurnal Publikasi Manajemen Informatika Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL PUBLIKASI MANAJEMEN INFORMATIKA
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupumi.v4i1.3644

Abstract

This research analyzes the use of Deep Translator in the translation of Arabic texts, focusing on the accuracy, contextual relevance and effectiveness of this tool compared to human translators. This research uses a descriptive qualitative method, which involves analyzing the results of Deep Translator's translations of religious and academic texts and comparing them with manual translations. The data is also supported by a literature review that has relevance to the topic of this research. The results show that Deep Translator excels in its speed and ability to translate texts with simple structures, such as news or everyday texts. However, it faces significant limitations in understanding cultural context, idiomatic meanings, and nuances of complex texts, especially in religious texts such as Qur'anic verses and muthola'ah. Deep Translator produces literal translations that reflect less historical and cultural meaning than human translators. This shortcoming is also evident in muthola'ah texts, where Deep Translator's diction choices are less relevant for certain readers.
Aborsi dalam Perspektif Hukum Pidana Islam dan Etika Medis: Analisis Normatif dan Sosio-Legal Aripin; Asti Nurul Puspita; Sofia Zuhro Zein Pulungan; Sabna Anggraini; Ainur Rahma
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i3.1358

Abstract

Aborsi menjadi isu multidimensi yang sensitif dalam masyarakat, karena menyentuh aspek hukum pidana Islam, kedokteran, serta dinamika sosial dan moral. Kompleksitas ini semakin mengemuka di tengah maraknya praktik aborsi ilegal dan polemik mengenai batasan kebolehan aborsi dalam konteks syariat dan peraturan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aborsi dari perspektif hukum pidana Islam dan medis, dengan menelusuri dalil-dalil normatif, ijtihad ulama, serta klasifikasi medis dan ketentuan hukum positif di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka terhadap kitab-kitab fiqih, jurnal hukum dan kesehatan, serta peraturan perundang-undangan. Hasil menunjukkan bahwa dalam hukum Islam, aborsi pada usia kehamilan di bawah 120 hari masih menjadi ruang ijtihad dengan perbedaan pendapat ulama, sementara setelah 120 hari mayoritas mengharamkan kecuali dalam kondisi darurat yang mengancam jiwa ibu. Dalam perspektif medis, aborsi diklasifikasikan menjadi spontan, terapeutik, dan provokatif, dengan hanya satu di antaranya yang secara etis dan legal diperbolehkan. Sementara hukum positif Indonesia melalui UU No. 36 Tahun 2009 dan PP No. 61 Tahun 2014 mengatur pembolehan aborsi dengan syarat ketat, terutama karena indikasi medis atau kehamilan akibat perkosaan.