Transformasi sosial-budaya menjadikan dinamika dalam budaya peradaban masyarakat manusia meliputi proses yang lama dan bertahap, tidak selalu linear dan tidak selalu berjalan lurus, dari tahap satu. Yaitu transformasi ini kemudian menghasilkan tipologi masyarakat dengan wujud dan karakteristik kehidupannya. Transformasi sosial budaya, dengan demikian, terjadi pada berbagai ranah mengahdirkan suatu rool model pemimpin yang diteladani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode mixed methods. Penelitian ini merupakan suatu langkah penelitian dengan menggabungkan dua bentuk penelitian yang telah ada sebelumnya yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Menurut Creswell penelitian campuran merupakan pendekatan penelitian yang mengkombinasikan antara penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif. Variabel Transformasi Budaya Kepemimpinan dan Kegiatan Keagamaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Peran Transformasi Kepemimpinaan sebesar 1,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel Transformasi Budaya Kepemimpinan memiliki pengaruh yang positif terhadap variabel Budaya Aswaja yang dapat diamati melalui nilai koefisien jalur yang bernilai positif yang cukup besar yaitu 1,000, Adapun Nilai R-squeare TKp = 0,341 ini menunjukan model Transformasi kepemimpinan adalah model yang baik dalam konstruk analisis endogen, reliabelnya < 0,60 ini menunjukan bahwa variabel TKp pada taraf 0,341 ini menjelaskan ada hubungan yang reriabel sedangkan corombach alpha yaitu 0,631. Hasil wawancara transformasi kepemimpinaan memiliki Peran sebagai penggerak, koordinator, dan motivator, seorang pemimpin dapat memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung masyarakat yang membutuhkan. Pemimpin dapat mengambil peran dalam menyosialisasikan nilai-nilai dan prinsip-prinsip ajaran Aswaja kepada anggota komunitas, sehingga membantu memperkuat identitas keagamaan dan pemahaman akan nilai-nilai agama.
Copyrights © 2024