Kekayaan alam berupa luasnya hutan hujan tropis di Indonesia menjadi tantangan tersendiri untuk kemunculan berbagai isu lingkungan hidup. Pemerintah Indonesia berkomitmen dalam mewujudkan penurunan emisi gas karbon melalui kerjasama dengan Norwegia dalam program REDD+. Norwegia sebagai negara maju menjadi pendukung upaya Indonesia dalam mengurangi emisi gas karbon dengan pemberian insentif. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menjelaskan bagaimana implementasi kerjasama Indonesia dan Norwegia tidak berjalan dengan baik. Teori yang digunakan sebagai landasan adalah kebijakan luar negeri, teori hijau, dan teori kerjasama. Hasil penelitian memberi gambaran bahwa pemutusan hubungan kerjasama Indonesia dan Norwegia dalam program REDD+ disebabkan oleh tidak terpenuhinya kesepakatan sebagaimana yang telah disetujui kedua belah pihak.
Copyrights © 2024