Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA DALAM PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA SAMA REDD+ DENGAN NORWEGIA Nayla Putri Aufa; Stephanie Mathea; Feyza Nabila Choirunnisa; Faqeysha Nabilla Irvi
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i11.3914

Abstract

Kekayaan alam berupa luasnya hutan hujan tropis di Indonesia menjadi tantangan tersendiri untuk kemunculan berbagai isu lingkungan hidup. Pemerintah Indonesia berkomitmen dalam mewujudkan penurunan emisi gas karbon melalui kerjasama dengan Norwegia dalam program REDD+. Norwegia sebagai negara maju menjadi pendukung upaya Indonesia dalam mengurangi emisi gas karbon dengan pemberian insentif. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menjelaskan bagaimana implementasi kerjasama Indonesia dan Norwegia tidak berjalan dengan baik. Teori yang digunakan sebagai landasan adalah kebijakan luar negeri, teori hijau, dan teori kerjasama. Hasil penelitian memberi gambaran bahwa pemutusan hubungan kerjasama Indonesia dan Norwegia dalam program REDD+ disebabkan oleh tidak terpenuhinya kesepakatan sebagaimana yang telah disetujui kedua belah pihak.
Mengatasi Gender-based Violence: Pendekatan UNHCR di Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh Alliya Nurfitria Andriani; Faqeysha Nabilla Irvi; Feyza Nabila Choirunnisa; Nayla Putri Aufa; Stephanie Mathea
Aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia Vol. 1 No. 3 (2024): Juli : Aktivisme : Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aktivisme.v1i3.428

Abstract

Bangladesh merupakan negara tujuan utama untuk menjadi tempat pengungsian dari etnis Rohingya. Kehidupan di kamp-kamp pengungsian di Cox’s Bazar, Bangladesh, sangat mengkhawatirkan akibat tingginya angka kekerasan berbasis gender yang terjadi. United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) sebagai salah satu badan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertanggungjawab terhadap seluruh pengungsi di dunia hadir untuk memberikan solusi melalui kerjasama dengan pemerintah Bangladesh dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam mengatasi isu kekerasan berbasis gender. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menjelaskan bagaimana UNHCR menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya di Bangladesh. Teori yang digunakan sebagai landasan adalah liberalisme internasional dan feminisme radikal. Hasil penelitian memberi gambaran, bahwa perlindungan bagi para pengungsi belum dapat dikatakan aman jika dilihat dari beberapa konflik yang telah terjadi hingga merenggut nyawa etnis Rohingya.