Perusahaan dagang bernama UD. S memproduksi sandal. Pemilik perusahaan ini melakukan berbagai upaya untuk menjaga kualitas guna memaksimalkan keuntungan dan mengurangi kerugian dengan menghindari produksi produk yang mengakibatkan cacat. Penelitian ini menggunakan konsep FMEA dan metode Six Sigma untuk menentukan akar penyebab cacat produksi sandal, mengurangi variabilitas ukuran, desain, dan material, serta meningkatkan efektivitas dan produktivitas operasional. Setelah data diolah, ditemukan penyebab masalah produksi, antara lain kurangnya pengawasan dan kontrol perusahaan serta kekurangan staff di setiap divisi. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode yaitu Six Sigma dan Konsep FMEA UD. S ini perlu meningkatkan kualitas manajemen untuk mencapai kualitas yang lebih baik lagi. Untuk hasil Six Sigma, dengan tiga deffect yaitu Cat tidak sesuai, Finishing tidak rapi dan Lubang terkena bahan, UD. S berada dalam rentang level 4-sigma dengan nilai DPMO sebesar 4000, dimana pada level tersebut sudah berada dalam in-dustri pada umumnya. Sedangkan untuk konsep FMEA, diketahui nilai dari masing – masing deffect secara berurutan yaitu sebesar 84, 72, dan 160. Berdasarkan hasil dari kedua metode tesrebut, perlu dilakukan lagi analisis berbasis unsur TQM. Sehingga dengan menggunakan pendekatan TQM, tingkat kualitas manajemen perusahaan UD. S dapat mencapai level sigma lebih baik dan nilai kerusakan pada setiap deffect dapat menurun.
Copyrights © 2024