Penerapan arsitektur biofilik telah menjadi fokus penting dalam desain lingkungan binaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia melalui koneksi yang lebih mendalam dengan alam. Studi ini mengkaji konsep arsitektur biofilik sebagai landasan dalam perencanaan dan pengembangan fasilitas konservasi terumbu karang. Pendekatan ini mengintegrasikan elemen-elemen alami seperti vegetasi, air, dan pencahayaan alami untuk menciptakan ruang yang tidak hanya fungsional tetapi juga mendukung keseimbangan ekosistem laut. Melalui tinjauan literatur dan analisis kasus, penelitian ini mengidentifikasi prinsip-prinsip utama arsitektur biofilik yang relevan, seperti akses visual ke alam, ventilasi alami, dan penggunaan material organik, yang dapat diterapkan pada desain fasilitas konservasi. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan arsitektur biofilik tidak hanya berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan tetapi juga meningkatkan efektivitas program konservasi terumbu karang dengan menciptakan lingkungan yang mendukung interaksi manusia dengan ekosistem laut. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi arsitektur biofilik dalam desain fasilitas konservasi terumbu karang merupakan pendekatan yang inovatif dan berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlanjutan ekosistem laut dan kesejahteraan manusia.
Copyrights © 2024