Kimono is a clothing worn by Japanese people, while Kebaya is the clothing worn by Indonesian people. However, kebaya is only worn by women while kimono can be worn by both men and women. The use of kebaya in Javanese customs and kimono in Japanese customs is not only as a cover, but as a differentiator that contains meaning, philosophy, and function. This research is in the form of qualitative research. Data were taken from various sources, such as books, internet access, and journals that contain theories that support this research. The research aims to find out (1) the meaning, philosophy contained in kimono; (2) the meaning, and philosophy contained in kebaya; (3) whether the function of kimono and kebaya can still be called traditional clothing with various changes caused by present day’s conditions. The philosophy carried in kebaya and kimono is related to the attitude and social strata of the wearer. Kebaya worn together with stagen depicts high patience for the user. The philosophy of kimono focuses on the pattern or motif of the kimono. The philosophy of kimono motifs is more about kindness, longevity, and abundant fortune. These dress cultures can still be referred to as traditional clothing today, as the public always chooses them as appropriate clothing for official occasions. Keywords: Traditional clothing, kimono kebaya, meaning, philosophy and function. Abstrak Kimono merupakan pakaian yang dipakai oleh masyarakat Jepang baik perempuan maupun pria, sedangkan Kebaya memiliki arti yang sama, yakni busana yang dikenakan masyarakat Indonesia, tetapi hanya dikenakan oleh perempuan. Pemakaian kebaya dalam adat Jawa dan kimono dalam adat Jepang bukan hanya sebagai penutup aurat, tetapi sebagai pembeda yang mengandung makna, filosofi, dan fungsi. Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif. Data diambil dari berbagai sumber, seperti buku-buku, akses internet, maupun jurnal yang berisi teori-teori yang mendukung penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) apa makna, filosofi yang terkandung pada kimono; (2) makna, serta filosofi seperti apa yang terkandung pada kebaya (3) apakah fungsi kimono dan kebaya masih dapat disebut sebagai pakaian tradisional dengan berbagai perubahan yang disebabkan kondisi masa kini. Filosofi yang terkandung dalam kebaya dan kimono berkaitan dengan sikap hingga strata sosial penggunanya. Kebaya yang digunakan bersamaan dengan stagen menggambarkan kesabaran yang tinggi bagi penggunanya. Filosofi yang ada pada kimono, berfokus pada corak atau motif yang ada pada kimono. Filosofi yang ada pada motif kimono lebih pada kebakan, harapan umur panjang, dan rezeki yang melimpah. Kedua budaya berpakaian ini hingga saat ini masih bisa disebut sebagai pakaian tradisional, karena selalu dipilih oleh masyarakat sebagai pakaian yang pantas digunakan untuk acara-acara resmi. Kata Kunci: Pakaian adat, kimono kebaya, makna, filosofi dan fungsi.
Copyrights © 2024