This article aims to analyze the readiness of teachers in using ICT for independent curriculum learning. This article comes from qualitative research with data collection through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the readiness of teachers in using ICT for independent curriculum learning at MAN 1 Batanghari in the subject of Islamic Cultural History (SKI) is categorized as not optimal. Although teachers have implemented ICT media in learning where after the researcher conducted the research, SKI teachers were able to use ICT media such as laptops, and power point applications, YouTube, WhatsApp, but due to the unstable school internet connection, it resulted in it not being optimal. Thus, internet facilities and infrastructure are one of the obstacles to the smooth running of the ICT-based SKI learning process. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan guru dalam menggunakan TIK untuk pembelajaran kurikulum merdeka. Artikel ini berasal dari penelitian kualitatif dengan pengumpulan data secara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam menggunakan TIK untuk pembelajaran kurikulum merdeka di MAN 1 Batanghari pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dikategorikan belum maksimal. Meskipun guru sudah menerapkan media TIK dalam pembelajaran dimana setelah peneliti melakukan penelitian guru SKI sudah mampu menggunakan media TIK seperti Laptop, dan aplikasi power point, youtube, whatsapp, namun dikarenakan koneksi internet sekolah yang kurang stabil, maka mengakibatkan belum maksmal. Dengan demikian, sarana dan prasarana internet merupakan salah satu kendala bagi kelancaran proses pembelajaran SKI berbasis TIK tersebut.
Copyrights © 2024