Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi dan Non Performing Financing (NPF) terhadap Profitabilitas (ROA) Bank Umum Syariah di Indonesia baik secara parsial maupun simultan. Sumber data penelitian ini diperoleh dari publikasi Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia periode tahun 2018-2022. Pengolahan dan pada penelitian ini menggunakan Microsoft Office Excel dan program komputer SPSS. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji hipotesis, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menjelaskan secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara inflasi terhadap profitabilitas (ROA) Bank Umum Syariah di Indonesia Periode 2018-2022, variabel Inflasi (X1) secara statistik menunjukkan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 atau (0,417 > 0,05) dan thitung > ttabel (0,8185 < 2,00247). Secara parsial pengaruh yang signifikan antara Non Performing Financing (NPF) terhadap profitabilitas (ROA) Bank Umum Syariah di Indonesia Periode 2018-2022, variabel Non Performing Financing (NPF) (X2) secara statistik menunjukkan nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 atau (0,000 < 0,05) dan thitung > ttabel (9,698 > 2,00247). Secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara inflasi dan Non Performing Financing (NPF) secara bersama-sama terhadap profitabilitas (ROA) Bank Umum Syariah di Indonesia Periode 2018-2022, nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) dan nilai Fhitung > Ftabel (48,487 > 3,16), maka variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikatnya.
Copyrights © 2024