Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas guna mengurangi jumlah cacat produk keramik pada proses kiln di PT Gemilang Mitra Sejahtera menggunakan metode Six Sigma. Metode Six Sigma diterapkan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengurangi variabilitas serta cacat yang terjadi dalam proses produksi. Studi ini menggunakan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) untuk memetakan dan menganalisis penyebab utama cacat serta merumuskan tindakan perbaikan yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil perhitungan diperoleh rata-rata nilai DPMO kemungkinan 26.110 kecacatan yang akan terjadi dalam satu produk yang dihasilkan. Sedangkan jika dikonversikan menjadi level sigma, maka nilai yang didapatkan sebesar 3,45 yang menunjukan bahwa masih terlampaui jauh dari nilai 6 sigma. Walaupun dilihat dari level sigma nya proses produksi keramik pada PT. Gemilang Mitra Sejahtera sudah cukup baik. Namum dikarenakan belum mencapai zero defect dimana dapat mengurangi pemborosan material dan tenaga yang timbul akibat cacat, maka proses produksi harus meningkatkan nilai sigma nya agar jumlah kecacatan produk ditekan. Penerapan metode Six Sigma mampu mengurangi tingkat cacat produk secara signifikan, meningkatkan efisiensi proses kiln, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Implementasi Six Sigma di PT Gemilang Mitra Sejahtera menunjukkan bahwa pengendalian kualitas yang baik tidak hanya meningkatkan kualitas produk tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan.
Copyrights © 2024