Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) Jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai pewarna alami tenun ikat oleh Kelompok Tenun Ikat Gunung Mako (2) Sistem agroforestri tumbuhan pewarna alami di Desa Alor Besar (3) Status konservasi tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai pewarna alami tenun ikat. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Tenun Ikat Gunung Mako, Hula, Desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor selama bulan April 2024. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan analisis vegetasi. Hasil penelitian ditemukan 19 jenis tumbuhan dari 17 famili tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai pewarna alami tenun ikat. 10 dari 19 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan merupakan HHBK. Tumbuhan yang dimanfaatkan berasal dari hasil budidaya di pekarangan dengan sistem agroforestri dan tumbuhan yang tumbuh secara liar. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan yaitu daun. Cara pengolahan yang paling banyak digunakan yaitu ditumbuk. Warna yang dihasilkan oleh tiap jenis tumbuhan berbeda-beda, warna biru biru dari Tarum, coklat dari Mahoni, hijau dari Klotong, krem dari Rita, kuning dari Kunyit, dan merah dari Kenari. Status konservasi tumbuhan pewarna alami tenun ikat berdasarkan IUCN tergolong kedalam 5 kategori yaitu Endangered (EN), Near Threatened (NT), Least Concern (LC), Data Deficient (DD) dan Not Evaluated (NE).
Copyrights © 2024