Penelitian eksperimental ini membandingkan kinerja pendinginan air cooler dengan penambahan media pendingin berupa coconut fiber dan sponge. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efisiensi penurunan suhu udara pada berbagai kecepatan aliran udara dengan menggunakan kedua jenis media pendingin tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sponge memberikan kinerja pendinginan yang lebih baik dibandingkan dengan penambahan coconut fiber pada semua variasi kecepatan aliran udara yang diuji. Hal ini dapat dijelaskan oleh karakteristik fisik sponge yang memiliki banyak pori – pori lebih halus dan luas, sehingga mampu menyerap air lebih banyak dan memperluas permukaan kontak antara air dan udara. Selain itu, sponge memiliki daya kapilaritas yang lebih tinggi, memungkinkan distribusi air secara merata pada seluruh permukaan media pendingin. Sebaliknya, coconut fiber memiliki struktur yang lebih kasar dan daya serap yang lebih rendah, sehingga kurang efektif dalam menyerap dan menguapkan air. Dengan demikian, penggunaan sponge sebagai media pendingin pada air cooler berpotensi meningkatkan efisiensi pendinginan dan memberikan kenyamanan termal yang lebih baik.
Copyrights © 2024