Kabupaten Bengkayang menempati urutan ke-4 sebagai kabupaten dengan angka kematian bayi tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat. Standar pelayanan minimal untuk pelayanan bayi baru lahir di Kabupaten Bengkayang belum mencapai target nasional selama 3 tahun terakhir (2019-2021) meskipun capaian target terus mengalami kenaikan. Ketercapaian pelayanan bayi baru lahir pada tahun 2021 terendah berada di Puskesmas Tujuh Belas dan tertinggi berada di Puskesmas Lumar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada pelayanan neonatal di Puskesmas Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam SPM pelayanan neonatal belum mampu mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu 100%. Dalam proses implementasi pelayanan neonatal masih ditemukan beberapa kendala seperti terbatasnya akses jalan, masih ada budaya yang dipercayai oleh masyarakat terkait kesehatan ibu dan anak, kurangnya pelatihan neonatal untuk bidan, sikap bidan yang cenderung malas, sarana dan prasarana yang terbatas dan tidak rutin dikalibrasi, insentif yang kurang, dan terdapat sikap bidan yang tidak sesuai SOP (Standard Operating Procedure). Kendala-kendala tersebut menyebabkan SPM pelayanan neonatal belum mencapai target yang telah ditetapkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kebijakan SPM pelayanan neonatal sudah terealisasikan dengan cukup baik meskipun masih ditemukan beberapa kendala yang menghambat pencapaian target sasaran.
Copyrights © 2023